RADAR MAHULU — Taman Bacaan Masyarakat Pustaka Mahakam resmi memperluas jangkauan gerakan literasinya ke wilayah hulu Kabupaten Mahakam Ulu.
Melalui pembentukan TBM Pustaka Mahakam 2 di Kecamatan Long Apari, kelembagaan ini hadir sebagai wadah kreativitas, penguatan akses literasi, serta ruang pengembangan potensi pemuda pelajar di kawasan perbatasan.
Pembentukan unit baru ini merupakan langkah strategis untuk merangkul pemuda dan masyarakat lokal dalam membangun gerakan baca-tulis.
Selain diproyeksikan sebagai ruang literasi, TBM Pustaka Mahakam 2 juga disiapkan sebagai pusat koordinasi dan pengkaderan penulisan Warisan Budaya Takbenda.
Guna menjalankan operasional dan arah gerakan organisasi, struktur kepengurusan TBM Pustaka Mahakam 2 telah resmi disusun dengan melibatkan pemuda dan tokoh setempat:
Pengurus Harian:
Ketua: Erka Senda
Sekretaris: Fransiska Ngalo
Bendahara: Oliva Luaq
Divisi Perencanaan dan Program:
1. Dwinda Qivtiana Ulpah
2. Oktaviana Lataq
3. Maria Rosa
4. Oktavia Melyana Tipung
5. Brigita Regina Paron
Divisi Sarana dan Prasarana:
1. Michelle Anwar
2. Marselus Mahai
3. Esterfina Buring
4. Marsia Jenita Napon
5. Regina Leniu
Divisi Informasi & Publikasi:
- Rukdianti Aslinda Asnur
- Fiski Aprian Melvan Gelung
- Nur Azila
- Apriliana Contessa Unyang
- Naila Magfira
Dengan terbentuknya jajaran kepengurusan ini, tahap awal TBM Pustaka Mahakam 2 akan difokuskan pada penguatan koordinasi internal, konsolidasi antar-divisi, serta pematangan rencana kerja awal mengingat sarana fisik dan koleksi buku masih dalam penyiapan bertahap.
Menyampaikan komitmen Ketua TBM Pustaka Mahakam, Sekretaris Didik Prasetyo Utomo, S.Psi, menegaskan bahwa keterbatasan sarana dan prasarana tidak mengandaskan antusiasme para pengurus di lapangan.
“Saat ini semangat kami sedang membara meski harus bergerak di tengah segala keterbatasan. Kami juga tengah mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam ajang Temu Pegiat TBM Nasional yang akan dihelat di Tenggarong, Samarinda, dan IKN pada akhir Oktober hingga November mendatang,” ujar Didik.
Lebih lanjut, Didik menyampaikan harapan besar agar gerakan literasi di wilayah pedalaman ini mendapat perhatian serta sinergi nyata dari seluruh tingkatan pemerintahan.
“Kami sangat berharap adanya dukungan penuh dan kolaborasi dari pemerintah daerah hingga pemerintah kampung. Sinergi ini penting agar ruang literasi di perbatasan Long Apari dan Mahulu secara umum dapat tumbuh berkelanjutan dan membawa dampak nyata bagi generasi muda setempat,” pungkasnya.
Didik menambahkan bahwa TBM Pustaka Mahakam akan segera berkoordinasi untuk menyampaikan perihal telah terbentuknya TBM Pustaka Mahakam 2 kepada Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat di Samarinda dan Pengurus Pusat Taman Bacaan Masyarakat di Bandung. (*ed/sb) (*ed/sb)
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.
Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar