RADAR MAHULU – Musim kemarau yang membuat debit Sungai Mahakam menyusut drastis memicu krisis ekonomi di Kecamatan Long Apari.
Lumpuhnya jalur transportasi air membuat pasokan logistik tersendat, yang berujung pada meroketnya harga kebutuhan pokok dan gas elpiji di tingkat warga.
Maria, warga Kampung Noha Boan, Kecamatan Long Apari, menceritakan betapa beratnya bertahan hidup di tengah kondisi sungai yang mengering.
Ia mengaku warga kini sangat tertekan dengan harga barang-barang yang melonjak gila-gilaan.
“Aduh, kami benar-benar pusing sekarang. Bensin itu udah tembus Rp30.000 per liternya. Belum lagi beras yang karung 25 kilo itu harganya Rp900.000,” ujar Maria saat dihubungi lewat sambungan ponsel, Selasa (11/8/2026).
Lonjakan harga paling parah juga dirasakan pada pasokan gas rumah tangga akibat mahalnya ongkos angkut. Gas elpiji 3 kilogram kini melonjak tajam hingga Rp400.000 per tabung, sementara gas elpiji 12 kilogram meroket sampai Rp800.000 per tabung.
Kondisi ini terjadi lantaran para pedagang harus mengeluarkan biaya ekstra untuk mengangkut barang di tengah dangkalnya aliran sungai.
Bantuan Sembako Murah Belum Merata
Di tengah himpitan ekonomi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu sebetulnya sempat menurunkan paket sembako murah seharga Rp160.000. Sayangnya, bantuan itu jauh dari kata cukup untuk menutupi kebutuhan seluruh warga Long Apari.
“Kemarin memang ada sembako murah dari pemkab harga Rp160.000 per paket. Tapi ya gitu, barangnya enggak cukup buat semua warga di sini. Banyak yang enggak kebagian, termasuk saya sendiri juga enggak dapat,” keluh Maria.
Melihat kondisi yang terus berulang setiap kali kemarau tiba, warga di wilayah perbatasan ini sangat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa segera turun tangan secara serius. Mereka mendesak agar pembangunan akses jalur darat yang layak dapat segera direalisasikan, agar pasokan sembako dan kebutuhan pokok tidak lagi terus-menerus lumpuh setiap kali Sungai Mahakam surut. (*ed/sb)
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.
Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar