RADAR MAHULU — Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan serta disiplin mengenakan masker menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih pekat menyelimuti kawasan Mahakam Ulu.
“Imbauan kita untuk masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu, kalau bisa kurangi aktivitas di luar, karena mengingat kabut asap kita masih cukup pekat, terus menggunakan masker,” kata Suhuk.
Imbauan tersebut ditekankan setelah data aplikasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPUnet) di wilayah Kutai Barat mencatat angka ISPU menyentuh level 153 dengan parameter kritis PM2.5, yang masuk dalam kategori tidak sehat bagi kesehatan manusia.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemkab Mahulu melalui Dinas Kesehatan telah mendistribusikan masker kepada warga, sekaligus mengapresiasi peran aktif Karang Taruna dalam aksi pembagian masker sebelumnya.
“Kita juga instruksikan tadi untuk Dinas Kesehatan untuk membagi masker. Bersyukur dari Karang Taruna sudah membagi masker kemarin. Terima kasih Karang Taruna sudah membantu,” ujarnya.
Di samping itu, Wabup Suhuk juga mengingatkan para petani yang tengah membuka ladang agar meningkatkan kewaspadaan penuh dengan memastikan api benar-benar terkendali agar tidak memicu perluasan karhutla di tengah musim kemarau.
Langkah Tanggap Darurat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lewat Perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh
Sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan anak-anak akibat kualitas udara yang masuk dalam kategori merugikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mahakam Ulu secara resmi mengeluarkan kebijakan perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Kebijakan krusial ini ditetapkan melalui Surat Edaran Nomor 400.3/16/DISDIKBUD-III.I Tahun 2026 yang menyasar seluruh satuan pendidikan baik formal maupun non formal mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh wilayah Kabupaten Mahakam Ulu.
Melalui edaran tersebut, kegiatan belajar mengajar dialihkan sepenuhnya ke rumah masing-masing di bawah pengawasan orang tua, sementara para tenaga pendidik tetap hadir di sekolah guna menyusun materi pembelajaran terstruktur dan perkembangan akademik para peserta didik secara berkala. (*ed/sb)
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.
Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar