Laporan Khusus Siswa-Siswi SMAN 1 Long Apari sebagai Relawan TBM Pustaka Mahakam
Oleh: Fiski Aprian Melvan Gelung (Kelas X B), Faska Apriel Melvin Ngo (Kelas X B), Marselus Majai (Kelas XI A), Natalia Muvung (Kelas XI A), dan Naila Magfira (Kelas XII B)
NOHA BOAN, RADAR MAHULU — Ketahanan pangan, transformasi pelayanan publik berbasis teknologi, dan pelibatan generasi muda menjadi tiga prioritas utama yang akan diwujudkan Kepala Desa Noha Boan, Maria Hangin, S.IP., dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya.
Komitmen tersebut disampaikan Maria dalam wawancara daring bersama lima relawan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Mahakam pada 26 Juli 2026. Kelima relawan yang bertindak sebagai pewawancara tersebut merupakan siswa-siswi SMAN 1 Long Apari, yakni Faska Apriel Melvin Ngo, Fiski Aprian Melvan Gelung, Natalia Muvung, Naila Magfira, dan Marselus Majai.
Sebagai kepala desa termuda di Kabupaten Mahakam Ulu, perempuan kelahiran 1994 ini ingin membuktikan bahwa kapasitas kepemimpinan tidak diukur dari usia, melainkan dari kemampuan menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kesejahteraan warga.
“Bagi saya, memegang kepemimpinan di usia muda bukan soal mengejar jabatan, melainkan panggilan tanggung jawab untuk membawa perubahan nyata bagi masyarakat,” ungkap Maria.
Ia menilai Desa Noha Boan menyimpan potensi luar biasa untuk berkembang pesat. Kuncinya terletak pada profesionalisme kerja, pelayanan publik yang responsif, serta efisiensi teknologi.
Karena itu, langkah awalnya difokuskan pada penyelesaian masalah-masalah mendasar warga sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
Keputusan Maria untuk melangkah ke kursi kepemimpinan desa lahir dari dorongan untuk membawa Noha Boan melangkah lebih jauh.
Berbekal pengalaman hidup di desa, ia melihat peluang besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi, memperluas akses informasi, serta mengoptimalkan potensi daerah.
Baginya, kemajuan tidak cukup sekadar disuarakan lewat gagasan, tetapi harus diperjuangkan langsung dari dalam sistem pemerintahan.
Jiwa pengabdian tersebut mengalir kuat dari keluarganya. Sang kakek, Paulus Ului Luhat, pernah memimpin desa selama tiga dekade, yang kemudian diteruskan oleh ayahnya, Yustinus Ibo Hului, selama dua periode
Dari perjalanan panjang keluarga tersebut, Maria memetik pelajaran berharga bahwa warisan terpenting bukanlah sekadar posisi kepemimpinan, melainkan teladan kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen untuk terus membawa desa ke arah yang lebih baik.
“Keberhasilan seorang pemimpin tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya membangun kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan itu hanya bisa tumbuh jika setiap kebijakan lahir dari kebutuhan warga, dilaksanakan secara terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Dalam sesi wawancara yang hangat, kelima relawan SMAN 1 Long Apari menggali secara mendalam rencana strategis kepemimpinan Maria.
Menanggapi pertanyaan Faska Apriel Melvin Ngo mengenai agenda utama dalam 100 hari kerja, Maria menegaskan bahwa sektor pangan menjadi fondasi paling krusial.
“Ketahanan pangan itu bukan sekadar menanam lebih banyak, tetapi memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap pangan yang cukup, bergizi, dan berkelanjutan. Desa harus bersiap dari sekarang,” tegas Maria.
Hal tersebut diperkuat saat Naila Magfira menanyakan strategi ekonomi warga. Maria menjelaskan pentingnya menciptakan keseimbangan ekonomi dengan memperkuat sektor-sektor produktif agar desa memiliki ketahanan yang kokoh.
“Kami ingin masyarakat memiliki lebih banyak pilihan sumber penghasilan. Ketika satu sektor andalan mengalami penurunan, masih ada pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang menopang kehidupan keluarga,” terangnya.
Implementasinya mencakup optimalisasi lahan, perbaikan jalan usaha tani, pemberdayaan Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani, pelatihan pengolahan hasil panen, hingga pemanfaatan pekarangan rumah.
Badan Usaha Milik Desa juga akan difungsikan sebagai mitra pemasaran hasil produksi, sementara kerja sama lintas sektor turut dibuka untuk memperluas jaringan pasar serta teknologi pertanian.
Sektor pelayanan masyarakat turut menjadi sorotan ketika Natalia Muvung menanyakan perubahan nyata yang bisa langsung dirasakan warga.
Maria berkomitmen mengubah kantor desa menjadi ruang pelayanan yang cepat, ramah, dan transparan melalui integrasi teknologi informasi.
“Masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang mudah, informasi yang jelas, serta kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi. Pemerintah desa harus hadir untuk melayani, bukan mempersulit,” ujar Maria.
Mengenai peran pemuda, Fiski Aprian Melvan Gelung mempertanyakan langkah konkret agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton.
Maria menegaskan bahwa pemuda akan diberi ruang partisipasi aktif sejak tahap perencanaan hingga evaluasi melalui musyawarah desa, pengelolaan media informasi resmi, promosi wisata, pengembangan UMKM, hingga pendampingan seni, budaya, dan kelompok tani.
Melengkapi diskusi tersebut, Marselus Majai menanyakan kepastian keberlanjutan program agar dampaknya berjangka panjang.
Maria menutup dengan penegasan bahwa pembangunan yang berhasil tidak hanya diukur dari pertumbuhan hari ini, tetapi dari sejauh mana desa mampu menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang lewat peletakan sistem dan fondasi yang kuat sejak awal. (*ed/trh)
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.
Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar