RADAR MAHULU — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendokumentasikan karya sastra yang berkembang di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.
Riset bertajuk Pendokumentasian Karya Sastra Indonesia di Wilayah Borneo sebagai Data Korpus untuk Penguatan Identitas Bangsa itu dilakukan dengan menelusuri karya sastra sekaligus aktivitas literasi yang berkembang di masyarakat.
Tim BRIN memulai kegiatan pada Minggu (9/8/2026) dengan mengunjungi Asrama Putri SMAN 1 Long Bagun.
Di lokasi tersebut, mereka melihat secara langsung giat Jumpa Tama yang diselenggarakan TBM Pustaka Mahakam.

Kegiatan baca buku bersama itu menjadi pintu masuk bagi tim peneliti untuk melihat perkembangan literasi dari tingkat komunitas.
Selain mengikuti aktivitas membaca, tim juga mendokumentasikan sejumlah karya sastra modern yang telah diterbitkan.
Salah satunya adalah karya penulis lokal asal Mahakam Ulu yang menggunakan nama pena Arsualas.
Karya tersebut telah dibukukan dan menjadi bagian dari penelusuran BRIN terhadap karya sastra yang lahir dari daerah tersebut.
Setelah turun ke komunitas, tim BRIN melanjutkan koordinasi dengan pemerintah daerah pada Senin (10/8/2026).
Bersama pengelola TBM Pustaka Mahakam, mereka mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mahakam Ulu untuk melakukan audiensi.
Rombongan diterima Kasi Ketenagaan Dikdasmen Helena Devung Ito, S.Pd., M.IP., Kasi SMP Silvanus Silam Luhat, S.Pd., Kasi SD Cecilia Erika Martina, S.Psi., dan Kasi TK PAUD Mateus Nalau, S.Pd.

Dalam pertemuan tersebut, BRIN dan pihak dinas membahas sinkronisasi data penelitian sastra dan kebudayaan.
Data dari komunitas literasi dan pemerintah daerah diharapkan dapat saling melengkapi sehingga memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perkembangan sastra di Mahakam Ulu.
Bagi daerah perbatasan seperti Mahakam Ulu, pendokumentasian karya sastra juga memiliki arti penting bagi pendidikan dan pelestarian identitas lokal.
Karya yang lahir dari masyarakat setempat dapat menjadi bagian dari sumber pengetahuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan audiensi bersama Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, S.E.
Pemerintah daerah menyambut baik riset BRIN dan keterlibatan TBM Pustaka Mahakam dalam proses pendokumentasian tersebut.
Melalui riset ini, karya sastra lokal diharapkan tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi dapat menjadi bagian dari data sastra Indonesia dan turut memperkuat identitas masyarakat Mahakam Ulu. (*ed/trh)
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.
Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar