Ikuti akun Media Sosial kami
Mahakam Ulu
Beranda / Mahakam Ulu / Kemarau Panjang, Warga Long Tuyoq di Mahakam Ulu Mulai Keluhkan Pasokan Air Bersih

Kemarau Panjang, Warga Long Tuyoq di Mahakam Ulu Mulai Keluhkan Pasokan Air Bersih

Kondisi Sungai Mahakam di Kampung Long Tuyoq (Foto: Radar Mahulu/Yenita Matilda)

RADAR MAHULU — Dampak kemarau panjang kian meluas di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.

Warga Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai, kini mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Krisis ini terjadi setelah pasokan air bersih yang biasanya didapat dari mata air pegunungan berhenti mengalir total sejak satu minggu terakhir akibat kekeringan di kawasan hulu.

Selama ini, warga Long Tuyoq mengandalkan aliran air dari mata air pegunungan yang dialirkan ke pemukiman. Namun, kemarau tanpa hujan yang berlangsung berbulan-bulan membuat sumber air tersebut mengering drastis. Sejak sepekan lalu, tidak ada lagi air yang mengalir ke rumah-rumah warga, sehingga ratusan kepala keluarga terpaksa memutar otak untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, dan sanitasi.

Kondisi tersebut turut ditegaskan oleh warga setempat. Ia mengungkapkan bahwa krisis air bersih kali ini sangat memberatkan masyarakat karena sumber air pegunungan yang biasa menjadi andalan warga benar-benar sudah tidak mengalir lagi.

Menurutnya, situasi ini membuat warga bingung dan harus mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan pokok harian.

Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Ini Imbauan Penting Wabup Mahulu

Satu-satunya opsi tersisa bagi warga adalah menyedot air dari Sungai Mahakam menggunakan mesin pompa. Sayangnya, upaya ini terhalang oleh kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah pedalaman. Surutnya Sungai Mahakam membuat kapal-kapal pengangkut BBM dari kawasan hilir tidak dapat melintas, sehingga pasokan bensin dan solar terputus total.

Akibatnya, mesin-mesin pompa air milik warga maupun fasilitas kampung tidak dapat dioperasikan. Di tingkat pengecer lokal yang masih memiliki sisa stok, harga BBM pun melambung tinggi dan makin memberatkan beban ekonomi warga.

Terdesak kebutuhan pokok, beberapa warga akhirnya terpaksa mengangkut air sungai secara manual menggunakan ember dan jerigen, meskipun kualitas air yang keruh berisiko memicu gangguan kesehatan.

Kondisi berulang ini memicu desakan kuat dari masyarakat setempat kepada para pemangku kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk memperjuangkan kebijakan penyelesaian krisis secara mendasar.

Warga menilai penanganan krisis di wilayah perbatasan tidak boleh terus-menerus bergantung pada skema tanggap darurat yang bersifat sementara.

Kalimantan Timur Memanggil: Forum TBM Siapkan Temu Pegiat TBM Nasional 2026

Masyarakat menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga Pemerintah Pusat untuk memprioritaskan solusi jangka panjang.

Fokus utama yang didesak warga adalah percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan darat yang dapat dilalui di segala cuaca. Kehadiran jalan darat yang memadai dipandang sebagai satu-satunya jalan keluar agar konektivitas wilayah, distribusi energi, dan keterjaminan pasokan air bersih tidak lagi tersandera oleh surutnya aliran sungai setiap kali kemarau melanda. (*ed/trh)

Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.

Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.

Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×