Penulis/Editor: S.Bahalaan
MAHAKAM ULU, RADAR MAHULU – Pembangunan ruas jalan strategis yang menghubungkan Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur dengan wilayah Kalimantan Utara kini tengah menjadi sorotan utama.
Ketua DPRD Mahakam Ulu, Devung Paran, menegaskan bahwa megaproyek infrastruktur ini harus dikerjakan dengan standar kualitas tinggi. Hal ini demi menjamin keselamatan warga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kawasan perbatasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Devung usai melakukan peninjauan langsung guna melihat progres pembangunan jalan di titik kilometer 95 pada Kamis (2/7/2026).
Dalam kunjungan lapangan tersebut, ia mengapresiasi kolaborasi sinergis antara pemerintah dan legislatif. Sinergi ini akhirnya berhasil merealisasikan akses transportasi yang telah lama diidamkan oleh masyarakat di beranda depan NKRI tersebut.
“Kami sangat mendukung langkah pemerintah dalam membuka isolasi geografis dan membangun konektivitas antarprovinsi ini,” kata Devung saat memberikan keterangan pada Senin (6/7/2026).
Namun, lanjut dia, sebagai bentuk fungsi pengawasan, legislatif menegaskan bahwa kualitas konstruksi adalah harga mati. Jalan tersebut tidak boleh hanya sekadar tembus secara fisik, tetapi harus kokoh, tahan lama, dan aman bagi pengguna.
Lebih lanjut, Devung mengingatkan pihak kontraktor dan dinas terkait agar tidak mengejar target waktu dengan mengorbankan mutu. Menurutnya, pengerjaan yang terburu-buru atau asal-asalan justru akan memicu dampak buruk dan kerugian yang jauh lebih besar di kemudian hari.
Selain memperpendek usia pakai jalan, struktur yang tidak kuat di tengah topografi Mahulu yang berbukit berisiko tinggi. Kondisi ini dapat memicu kerusakan dini hingga bencana alam seperti tanah longsor.
Sebagai langkah konkret, DPRD Mahakam Ulu berkomitmen untuk terus mengawal jalannya proyek ini hingga tuntas sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.
Devung menegaskan bahwa keberhasilan sebuah proyek infrastruktur tidak boleh hanya diukur dari kecepatan penyelesaian fisik. Nilai utamanya terletak pada aspek keberlanjutan serta seberapa besar keamanan jalan tersebut bagi mobilitas warga perbatasan di masa depan.
Ia berharap kehadiran jalan penyeberangan antarprovinsi ini nantinya dapat memangkas waktu tempuh dan menurunkan biaya logistik. Selain itu, jalur ini diharapkan menjadi roda penggerak ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
“Ruas jalan ini adalah urat nadi baru bagi wilayah perbatasan Kalimantan. Kami akan pastikan fungsi pengawasan legislatif berjalan maksimal agar hasil akhirnya benar-benar berkualitas tinggi,” pungkas Devung. (*ed/sb)
Catatan Redaksi: Berita ini dipindahkan dan dimuat ulang dari situs resmi Radar Mahulu sebelumnya ke portal berita radarmahulu.id.
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar