RADAR MAHULU — Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama TNI Angkatan Udara dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menggencarkan langkah antisipasi kekeringan serta ancaman kebakaran hutan dan lahan dengan menaburkan 800 kilogram garam dari langit menggunakan pesawat khusus dalam Operasi Modifikasi Cuaca.
Penerbangan perdana sortie pertama ini berpusat di Base Operation Lanud Dhomber, Balikpapan, dengan menerbangkan pesawat Cassa NC-212 milik Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh.
Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan bahwa penyemaian bahan semai ini difokuskan di kawasan udara sekitar 20 hingga 30 mil di sebelah utara IKN.
Wilayah tersebut dipilih karena menjadi jalur penting bagi sejumlah Daerah Aliran Sungai yang menopang cadangan air kawasan ibu kota baru seperti Bendungan Sepaku Semoi, Sungai Tengin, dan Sungai Sepaku agar volume cadangan air bisa kembali naik di tengah musim kemarau.
Pilot in Command Cassa NC-212, Lettu Pnb Edwin Aldrin, memaparkan bahwa penyemaian garam dilakukan pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 9.000 kaki setelah tim menemukan beberapa titik kumpulan awan potensial di sektor utara hingga barat laut IKN.
Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana menambahkan bahwa rangkaian operasi ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap mengingat ketersediaan awan hujan pada fase puncak kemarau tergolong sangat terbatas berdasarkan analisis BMKG Balikpapan.
Selain untuk mengamankan pasokan air bersih bagi pembangunan dan ekosistem IKN, ikhtiar penaburan garam dari udara ini juga menjadi langkah preventif krusial dalam menekan potensi titik api pemicu kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Timur.
Sementara itu, sejumlah wilayah di Kabupaten Mahakam Ulu dilaporkan turun hujan pada 24 Agustus 2026, yang turut berdampak pada permukaan air Sungai Mahakam di wilayah Ujoh Bilang yang dilaporkan mengalami kenaikan debit air meski masih dalam jumlah kecil. (*ed/sb)
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.
Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar