Ikuti akun Media Sosial kami
Kaltim
Beranda / Kaltim / Kualitas Udara Samarinda Memburuk, Kaltim Terima Bantuan 39 Pompa Air Seberat 12,9 Ton untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Kualitas Udara Samarinda Memburuk, Kaltim Terima Bantuan 39 Pompa Air Seberat 12,9 Ton untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Sejumlah personel TNI sedang menurunkan mesin pompa air berkapasitas tinggi untuk penanganan karhutla di Kalimantan Timur.
Sejumlah personel TNI sedang menurunkan mesin pompa air berkapasitas tinggi di dalam pesawat Hercules di Base Ops Lanud Dhomber, Balikpapan, untuk penanganan karhutla di Kalimantan Timur. (Foto: Dok. Lanud Dhomber Balikpapan)

RADAR MAHULU — Eskalasi kebakaran hutan dan lahan yang dipicu oleh musim kemarau panjang di Kalimantan Timur mendapat perhatian serius.

Menurunnya kualitas udara di Kota Samarinda dan meluasnya titik panas di berbagai wilayah direspons cepat oleh pemerintah pusat dan daerah melalui pengerahan ribuan personel serta pasokan logistik alat pemadaman berskala besar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, jumlah titik panas di wilayah ini tercatat mencapai ribuan titik yang tersebar di hampir seluruh kabupaten dan kota.

Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, hingga Paser menjadi beberapa wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi. Lonjakan titik api ini turut memicu kabut asap tipis yang mengakibatkan kualitas udara di Samarinda mulai memburuk, menyusul insiden karhutla yang sebelumnya sempat melanda kawasan permukiman dan lahan kering di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan.

Guna menanggulangi meluasnya area terbakar, pemerintah memperkuat kesiapsiagaan di lapangan. Sebanyak 5.334 personel gabungan yang dikoordinasikan langsung di bawah Kodam VI/Mulawarman dikerahkan untuk bersiaga melakukan pemadaman secara intensif.

Tekan Risiko Karhutla, Ratusan Kilogram Garam Ditebar dari Udara IKN

Langkah penanganan darurat ini kian diperkuat dengan datangnya bantuan logistik strategis dari pemerintah pusat.

Sebanyak 39 unit mesin pompa air beserta perlengkapannya dengan total berat 12,9 ton tiba di Base Ops Lanud Dhomber, Balikpapan. Bantuan tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules C-130/A-1337 dari Skadron Udara 33 Lanud Hasanuddin Makassar.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, Marsdya TNI Muzafar, menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan.

Menurut Muzafar, pengiriman alat ini merupakan bagian dari total 100 unit pompa air yang disiapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian untuk wilayah-wilayah rawan karhutla.

Kepala BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menjelaskan bahwa puluhan unit pompa air tersebut akan segera didistribusikan ke daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Gara-gara Sering Dijadikan Bahan Olokan, Staf Diskominfo Kukar Kalap dan Bakar Ruang Rapat Kantor

Pola distribusi disusun secara terpadu dengan mengombinasikan tingkat kemunculan titik api, kondisi kekeringan di lapangan, serta sektor pertanian yang rentan terdampak.

Kabupaten seperti Paser, Berau, dan Kutai Kartanegara akan menjadi prioritas utama penerima bantuan alat pemadam tersebut.

Di tengah ancaman kabut asap dan potensi krisis air bersih akibat kemarau panjang, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

Warga, khususnya di Samarinda dan sekitarnya, disarankan untuk mengurangi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak serta menggunakan pelindung pernapasan guna mengantisipasi gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (*ed/sb)

Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.

Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.

Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×