RADAR MAHULU – Kecamatan Long Apari, wilayah perbatasan di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menghadapi tekanan ekonomi dan sosial akibat matinya tower seluler sejak April lalu.
Masalah telekomunikasi yang telah memasuki bulan kelima ini kini beririsan langsung dengan bencana kemarau ekstrem yang menyebabkan sungai di hulu mengalami kekeringan parah.
Selama lima bulan terakhir, aktivitas warga, pendidikan, hingga pelayanan di kantor desa terkendala akibat tidak beroperasinya tower seluler.
Meski komunikasi tidak sepenuhnya terputus, akses yang tersedia jauh dari kata leluasa. “Untuk di rumah, saya memakai Starlink dengan biaya langganan 350 ribu per bulan,” ujar Yohanes, salah seorang warga setempat. Sementara itu, warga yang tidak memiliki perangkat pribadi harus mengandalkan fasilitas Wi-Fi yang terbatas di kantor desa.
Situasi di lapangan semakin berat ketika kemarau panjang membuat permukaan Sungai Mahakam menyusut drastis.
Jalur transportasi air yang menjadi satu-satunya urat nadi logistik menuju wilayah tersebut lumpuh total karena kapal pengangkut barang tidak dapat melintas.
Kelangkaan pasokan barang akibat terhentinya distribusi logistik memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di tingkat pedagang. Kondisi ini menekan perekonomian warga setempat yang sebagian besar berpenghasilan pas-pasan.
Masyarakat Long Apari saat ini menghadapi dua persoalan utama secara bersamaan, yakni terbatasnya akses komunikasi akibat matinya tower seluler serta kesulitan ekonomi akibat lumpuhnya jalur logistik sungai. (*ed/sb)
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.
Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar