Ikuti akun Media Sosial kami
Nasional
Beranda / Nasional / Update Gempa NTT: Korban Jiwa Capai 51 Orang, Akses Darat Tertutup Longsor dan Komunikasi Terkendala

Update Gempa NTT: Korban Jiwa Capai 51 Orang, Akses Darat Tertutup Longsor dan Komunikasi Terkendala

Gempa M 7,7 yang mengguncang NTT menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Sikka, Maumere, Nagekeo, dan Ende.(Foto: Tangkapan layar/@ezron72)

RADAR MAHULU – Penanganan darurat bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlanjut di tengah berbagai tantangan di lapangan.

Berdasarkan pemutakhiran data per Minggu (16/080/26) pagi , jumlah korban meninggal dunia dilaporkan bertambah menjadi total 51 jiwa setelah tim penyelamat berhasil menemukan beberapa jenazah dari titik pencarian yang berbeda.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya M Syafii, menjelaskan bahwa penambahan korban jiwa tersebut terdata dalam Rapat Koordinasi penanganan bencana gempa NTT.

Korban meninggal dunia tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Manggarai Timur sebanyak tiga orang, serta satu korban tambahan di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.

Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 64 warga menderita luka-luka dan memerlukan perawatan medis intensif.

Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat, Ini Imbauan Penting Wabup Mahulu

Operasi pencarian dan penyelamatan yang dikerahkan oleh tim SAR gabungan menghadapi hambatan geografis dan teknis yang cukup berat.

Akses jalur darat menuju sejumlah titik terdampak masih tertutup oleh material longsoran tanah akibat guncangan gempa yang kuat.

Selain itu, kerusakan instalasi listrik serta lumpuhnya jaringan telekomunikasi menjadi kendala utama, terutama di wilayah Kabupaten Manggarai Timur dan Nagekeo.

Guna mengatasi isolasi komunikasi tersebut, tim di lapangan kini mengandalkan perangkat komunikasi satelit seperti Starlink untuk menjaga kelancaran koordinasi antarunsur potensi SAR.

Pemerintah pusat bersama aparat gabungan terus menggenjot distribusi bantuan ke lokasi-lokasi terdampak.

Kalimantan Timur Memanggil: Forum TBM Siapkan Temu Pegiat TBM Nasional 2026

Bantuan logistik awal seberat 27 ton telah diberangkatkan menuju titik-titik pengungsian.

Jajaran TNI Angkatan Laut juga turut ambil bagian dalam operasi kemanusiaan ini dengan mengerahkan armada dan tim khusus untuk mengevakuasi ribuan warga terdampak, salah satunya di wilayah Sikka.

Hingga kini, fokus utama operasi SAR masih diarahkan pada pencarian korban yang berpotensi masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan serta membuka akses jalan yang tertutup longsor agar bantuan dapat segera tersalurkan secara merata. (*ed/sb)

Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.

Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.

Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×