RADAR MAHULU — Festival Hudoq Pekayang direncanakan digelar di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, pada 20–22 Oktober 2026. Acara ini diharapkan menjadi ajang pelestarian budaya Dayak Bahau sekaligus ruang silaturahmi antarkampung.
Hudoq Pekayang lahir dari kebiasaan masyarakat Bahau yang saling mengunjungi kampung tetangga setelah masa menanam padi. Kata pekayang dipahami sebagai bentuk kunjungan, sehingga gelaran ini tidak sekadar pertunjukan budaya, melainkan juga ruang silaturahmi antarkampung.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat, pelaksanaan Hudoq setelah menugal dimaksudkan sebagai ungkapan terima kasih kepada alam dan doa agar padi yang telah ditanam dapat tumbuh baik. Masyarakat juga berharap kegiatan tersebut membawa keberkahan bagi panen serta kesejahteraan seluruh warga.
Festival ini umumnya melibatkan perwakilan dari 13 kampung di Kecamatan Long Pahangai. Setiap kampung mengirimkan utusan Hudoq untuk mengikuti rangkaian kegiatan, sehingga acara tersebut menjadi wadah pertemuan budaya yang melintasi batas wilayah desa.
Pelaksanaan Hudoq Pekayang dibagi ke dalam beberapa tahapan adat, mulai dari berkumpul dan berbagi hidangan, berdialog, hingga menampilkan tari Hudoq secara bergiliran. Puncak kegiatan berlangsung ketika seluruh perwakilan berkumpul dan membentuk lingkaran di area lamin adat sebagai simbol persatuan.
Selain kegiatan adat, festival ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk lokal. Gerai UMKM dapat menawarkan makanan tradisional, kerajinan tangan, hasil bumi, serta produk khas masyarakat Dayak Bahau kepada pengunjung dan tamu yang datang.
Kehadiran UMKM diharapkan memberi manfaat ekonomi langsung bagi warga Long Pahangai II dan kampung sekitarnya. Selain menambah penghasilan pelaku usaha, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi produk lokal kepada masyarakat luas.
Bagi Mahakam Ulu, festival ini memiliki nilai lebih dari sekadar tradisi tahunan. Kehadirannya diharapkan mampu memperkenalkan budaya Dayak Bahau kepada pengunjung, memperkuat kebanggaan generasi muda terhadap warisan leluhur, serta membuka ruang ekonomi bagi warga lokal.
Sebagai tuan rumah, warga Long Pahangai II diproyeksikan terlibat aktif dalam persiapan acara, termasuk penyiapan lokasi, penerimaan tamu, pelaksanaan upacara adat, dan pengelolaan gerai UMKM. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar festival dapat berjalan sesuai nilai dan tata cara yang diwariskan. (*ed/trh)
Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.
Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.
Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.



Komentar