Ikuti akun Media Sosial kami
Humaniora
Beranda / Humaniora / Berakhir Meriah, PKD Mahulu 2026 Jadi Ajang Tranfer Pengetahuan

Berakhir Meriah, PKD Mahulu 2026 Jadi Ajang Tranfer Pengetahuan

Penari perempuan berbusana adat Dayak hitam bermotif manik-manik dan hiasan kepala bulu sedang menari memegang properti bulu di atas panggung kayu. Panggung disorot lampu kuning dengan latar dinding bambu berhias perisai tradisional.
Sejumlah penari membawakan tarian khas Dayak pada perhelatan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kabupaten Mahakam Ulu 2026. (Foto: Radar Mahulu/Istimewa)

RADAR MAHULU – Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Mahakam Ulu Tahun 2026 resmi ditutup pada Sabtu (3/10/2026). Selain mempertandingkan berbagai perlombaan seni budaya, kegiatan ini menjadi ajang praktik tata kelola penyelenggaraan acara bagi pelaku seni dan komunitas lokal.

Selama tiga hari, PKD Mahulu melibatkan peserta dari tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Mahakam Ulu. Berbagai perlombaan digelar untuk kategori pelajar, meliputi olahraga tradisional, tari tunggal, tari kreasi beregu, mendongeng, hingga musik sapeq. Selain itu, masyarakat umum juga turut berpartisipasi dalam lomba kuliner khas daerah.

Dalam laporan penutupan kegiatan, Alexander Piere Lasah menyoroti pentingnya keterlibatan langsung pelaku seni, budayawan, dan komunitas dalam kepanitiaan acara. Ia mengapresiasi dukungan ruang dan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Mahulu yang memungkinkan terealisasinya praktik manajerial tersebut di lapangan.

“Wadah ini memungkinkan komunitas dan seniman mempraktikkan langsung transfer pengetahuan,” papar Alexander dalam laporannya.

Hal tersebut sejalan dengan visi Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Mahulu, Ignasius Rayung. Sebelumnya, Ignasius menjelaskan bahwa pelibatan sanggar dan komunitas dalam struktur kepanitiaan memang dirancang sebagai sarana edukasi praktis.

Wujudkan Visi Pelestarian Kebudayaan, Pelajar SMPN 5 Long Bagun Ramaikan Ritual Adat Hudoq Hari Ke-70 di Kampung Long Melaham

Tujuannya agar seniman lokal memahami teknis produksi acara berskala besar, mulai dari manajemen pendaftaran lomba, pengaturan alur peserta, hingga eksekusi panggung.

Melalui praktik langsung ini, para pelaku seni diharapkan tidak hanya fokus pada penampilan di atas panggung, tetapi juga memiliki kecakapan manajerial. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal ini diharapkan menjadi fondasi agar agenda pelestarian kebudayaan di Mahakam Ulu ke depan dapat diselenggarakan secara profesional dan terorganisasi dengan baik. (*ed/sb)

Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.

Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.

Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.

Festival Hudoq Pekayang 2026 Satukan 13 Kampung Dayak Bahau di Long Pahangai II

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×