Ikuti akun Media Sosial kami
Humaniora
Beranda / Humaniora / Kwarcab Mahakam Ulu Gandeng TBM Pustaka Mahakam Dorong Pramuka Gemar Membaca dan Menulis

Kwarcab Mahakam Ulu Gandeng TBM Pustaka Mahakam Dorong Pramuka Gemar Membaca dan Menulis

Kolase peserta pramuka duduk berdampingan dan lokasi LT III Mahakam Ulu dengan hiasan bambu serta bendera Merah Putih.
Peserta Pramuka dalam LT III Kwarcab Mahakam Ulu (Foto: Radar Mahulu/Teofilus. RH)

RADAR MAHULU – Upaya menumbuhkan kegemaran membaca dan menulis mendapat ruang dalam Perkemahan Lomba Tingkat III (LT III) Kwartir Cabang Pramuka Mahakam Ulu.

Peserta perkemahan mengikuti sesi literasi dan teknik kepenulisan bersama TBM Pustaka Mahakam di Bumi Perkemahan Tana’ Mekaam Jaya, Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, Jumat (16/10/2026).

Materi disampaikan oleh Ketua Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Mahakam, S. Bahalaan, yang dikenal dengan nama pena Arsualas. Penulis sastra modern sekaligus etnografer asal Kabupaten Mahakam Ulu itu mengajak peserta memahami hubungan antara kebiasaan membaca, kemampuan menilai informasi, dan keterampilan menulis.

Dalam sesi seminar literasi, Arsualas menjelaskan bahwa membaca bukan sekadar mengenal huruf atau memahami kalimat. Literasi, menurutnya, mencakup kemampuan memahami, menilai, dan mengolah informasi yang diterima sehari-hari.

Ia mengajak peserta membiasakan diri membaca dari berbagai sumber dan tidak langsung menerima informasi tanpa memeriksanya. Kemampuan tersebut menjadi bekal untuk menyikapi informasi yang beredar, termasuk melalui media sosial, agar tidak mudah terpengaruh berita bohong.

Wujudkan Visi Pelestarian Kebudayaan, Pelajar SMPN 5 Long Bagun Ramaikan Ritual Adat Hudoq Hari Ke-70 di Kampung Long Melaham

Pembahasan kemudian beralih pada teknik kepenulisan. Arsualas memperkenalkan langkah dasar menyusun tulisan, mulai dari menentukan ide utama, merumuskan pesan, merancang alur, hingga memilih diksi yang tepat.

Ia menekankan bahwa menulis tidak harus menunggu peristiwa besar. Catatan tentang hal-hal sederhana di sekitar, hasil pengamatan lingkungan, maupun pengalaman pribadi dapat menjadi bahan awal sebuah karya.

Pengalaman hidup, interaksi dengan keluarga, serta kegiatan sehari-hari menjadi contoh sumber cerita yang dekat dengan peserta. Melalui pendekatan tersebut, menulis diperkenalkan sebagai keterampilan yang dapat dilatih dari kebiasaan mencatat, bukan sesuatu yang harus langsung menghasilkan karya sempurna.

Sesi bersama TBM Pustaka Mahakam ini memberi ruang bagi peserta untuk belajar membaca secara kritis sekaligus mengenali bahan tulisan dari kehidupan mereka sendiri. Dari lingkungan terdekat itulah, pramuka Mahakam Ulu dapat mulai mencatat pengalaman, cerita keluarga, dan kebudayaan di sekitarnya. (*ed/sb)

Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.

Festival Hudoq Pekayang 2026 Satukan 13 Kampung Dayak Bahau di Long Pahangai II

Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.

Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di   Radar Mahulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×