Ikuti akun Media Sosial kami
Peristiwa
Beranda / Peristiwa / Viral Siswa SMP Asyik Berjudi, Kepsek: Betul Itu Anak Didik Kami

Viral Siswa SMP Asyik Berjudi, Kepsek: Betul Itu Anak Didik Kami

Foto sejumlah pelajar SMPN 2 Pinrang sedang duduk melingkar dan bermain judi saat jam istirahat di lingkungan sekolah.
Sejumlah pelajar SMPN 2 Pinrang terciduk bermain judi saat jam istirahat. (Foto: Istimewa)

RADAR MAHULU – Aksi tidak terpuji dilakukan oleh sejumlah pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pinrang, Sulawesi Selatan.

Mereka terekam kamera sedang asyik bermain judi di lingkungan sekolah hingga videonya viral di media sosial.

Dalam video berdurasi 21 detik yang beredar, tampak sejumlah pelajar laki-laki yang mengenakan seragam putih-biru duduk melingkar di lantai area belakang sekolah.

Mereka terlihat asyik bermain kartu domino dengan menjadikan uang pecahan Rp2.000 dan Rp5.000 sebagai taruhan.

Kepala UPT SMP Negeri 2 Pinrang, Dalle, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa para pelajar yang ada di dalam video viral tersebut adalah anak didiknya.

Purbaya Yudhi Sadewa Digantikan Suahasil Nazara Usai Hadiri Rapat Kerja Parlemen

Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Kamis (3/9) lalu di area belakang sekolah bertepatan dengan jam istirahat.

“Iya, itu betul siswa kami. Mereka melakukan hal tersebut di area belakang sekolah pada saat jam istirahat,” ujar Dalle, Selasa (8/9/2026).

Dalle menyebutkan, ada tujuh siswa yang terlibat langsung dalam aktivitas perjudian tersebut, sementara beberapa siswa lainnya hanya ikut menonton.

Ia mengaku kecolongan dan menyatakan kejadian tersebut berada di luar dugaan pihak sekolah, mengingat pengawasan ketat serta guru piket selalu dikerahkan setiap pergantian jam pelajaran.

Menindaklanjuti insiden yang mencoreng dunia pendidikan ini, pihak SMPN 2 Pinrang langsung mengambil tindakan tegas dengan memberikan teguran keras kepada para siswa yang terlibat.

Kampung Long Melaham Gelar Tradisi Adat Hudoq, Berlangsung Hingga Musim Menugal Selesai

Selain itu, pihak sekolah juga telah memanggil orang tua atau wali dari masing-masing siswa bersangkutan ke sekolah.

Pemanggilan ini dilakukan agar para orang tua turut serta membimbing anak-anak mereka dan bersama-sama mengawasi agar tindakan serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.  (*ed/sb)

Disclaimer: Semua hak cipta atas isi berita dan foto di atas dilindungi undang-undang. Dilarang keras menyalin, memperbanyak, atau memuat ulang sebagian maupun seluruh isi berita dan foto untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Redaksi Radar Mahulu.

Informasi yang disajikan dalam artikel ini ditujukan untuk tujuan edukasi dan informasi umum. Radar Mahulu berupaya menyajikan data seakurat mungkin, namun kami tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau konsekuensi yang timbul akibat penggunaan informasi tersebut. Kami menyarankan pembaca untuk selalu melakukan verifikasi mandiri terhadap informasi yang bersifat krusial atau teknis.

Punya info menarik atau peristiwa di sekitar Anda? Hubungi tim redaksi kami melalui email ke: redaksi@radarmahulu.id atau kirim pesan melalui media sosial resmi Radar Mahulu. Ikuti terus informasi terkini seputar Mahakam Ulu hanya di Radar Mahulu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×